Anda berada disini:Beranda»Artikel»PERAN AKUPUNKTUR MEDIK DALAM KASUS INFERTILITAS (KETIDAKSUBURAN)

PERAN AKUPUNKTUR MEDIK DALAM KASUS INFERTILITAS (KETIDAKSUBURAN)

13.08.2018
RS Meilia
85

            Setelah penikahan, tentunya menjadi dambaan pasangan suami istri untuk memiliki keturunan. Tetapi keinginan tersebut pada banyak pasangan suami istri  sulit terwujud karena adanya gangguan untuk terjadinya kehamilan.

            Infertilitas (ketidaksuburan) didefinisikan sebagai hilangnya kemampuan untuk hamil dan melahirkan seorang anak. Suatu pasangan diduga mengalami infertilitas jika tidak terjadi kehamilan setelah bersenggama yang sering dan tidak menggunakan kontrasepsi selama 12 bulan. Masalah infertilitas ini dibagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu air mani, masalah vagina, masalah serviks, masalah uterus, masalah tuba, masalah ovarium dan masalah peritoneum.

            Pemeriksaan yang  dilakukan untuk menegakkan diagnosis infertilitas adalah pemeriksaan dasar infertilitas, hormonal, biopsi endometrium, patensi tuba falopii pada HSG, uji pasca senggama, laparaskopi berikut hidrotubasi dan  analisis sperma.

            Tata laksananya disesuaikan dengan penyebab infertilitas  masing-masing pasangan suami istri. Tetapi banyak juga pasangan yang telah menjalani terapi konvensional masih belum berhasil.

            Akupunktur Medik dapat membantu meningkatkan angka keberhasilan kehamilan dengan menusukan jarum halus di titik-titik tertentu pada tubuh untuk memperbaiki hormon, peredaran darah dan daya tahan tubuh pasien. Regulasi hormon dapat mempengaruhi siklus menstruasi ovulasi dan fertilitas merupakan kerja utama akupunktur.

            Salah satu penelitian ilmiah seperti yang dilakukan Loonasulanta S (2009) di RSCM meneliti efek akupunktur terhadap aliran darah arteri uterine pada 30 pasien program bayi tabung, didapatkan hasil bahwa akupunktur mempunyai efek memperbaiki aliran darah arteri uterina dan meningkatkan ketebalan endometrium pasien program bayi tabung, hasil implantasi embrio 14 hari setelah transfer embrio keberhasilannya lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak akupunktur.

            Keuntungan Akupunktur yaitu  teknik yang sederhana, efek samping minimal dan tidak membahayakan dapat membantu pasangan suami istri untuk mewujudkan keinginannya memperoleh momongan.  Terapi Akupunktur hasilnya optimal bila dilakukan seminggu 2 kali. Setelah 4 sampai 6 kali terapi biasanya sudah ada perubahan pada pasien. Jumlah terapi yang diperlukan tergantung kondisi masing-masing pasien.

 

(Dr. Sri Ardiyati A, Sp.AK)

Kontak Informasi

  • Jl. Alternatif Cibubur KM 1, Cimanggis Depok
  • Phone 021 8444 444
  • Fax 021 8459 8952
  • Hotline 0856 91 843 843
  • Emergency 021 845 1717

Statistik

Today9
Yesterday317
This week744
This month5538
Total11213

© 2018 Rumah Sakit Meilia. By inisial dotcom